Suara Detik
DUMAI HEADLINE HUKRIM

Kado Pahit di Hari Jadi ke 20 Kota Dumai

DUMAI – Jalan menuju ke Lapas tindak pidana korupsi Suka Miskin semakin dekat, ini tanggapan komentar dari warga Dumai saat mengetahui rumah dinas walikota Dumai disantroni tamu dari Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat (26/04/2019).

Tamu tak diundang dari lembaga anti rasuah ini datang dengan pengawalan aparat Kepolisian setempat lengkap menggunakan senjata laras panjang.

Peristiwa ini jelas menjadi perbincangan warga Dumai dan bertanya ada apa KPK yang terkenal garang dalam membongkar kasus korupsi mendatangi rumah Walikota Dumai,Zulkifli As.

Tak banyak yang tahu apa yang dilakukan tamu “istemewa” tersebut di dalam rumah dinas Walikota Dumai berlangsung sekita 5 jam atau lebih.

Saksi mata mengatakan lembaga anti rasuah tersebut keluar dengan membawa dua koper yang berisikan berkas penting untuk melengkapi alat bukti.

Tentu saja alat bukti dari dugaan korupsi yang dilakukan Walikota Dumai Zulkifli As, karena KPK memang bertugas melakukan pemberantasan korupsi di negara ini.

“Sudah jelas lah KPK datang untuk mencari bukti dugaan kasus korupsi , mana mungkin kasus lain.” Ujar salah seorang warga.

Setahun yang lewat kita dihebohkan oleh “nyanyian” Yahya Purnomo, salah seorang ASN di Kementerian Keuangan Perimbangan Dana Pusat dan Daerah saat tertangkap tangan oleh KPK.

Dalam fakta persidangan, Yahya Purnomo menyebut nyebut nama Walikota Dumai Zul As melakukan suap atau uang pelicin terhadap dana alokasi khusus(DAK) yang bakal dikucurkan.

Namun, tentu saja timbul pertanyaan siapa orang dibelakang Walikota Dumai yang terlibat ikut membantu rencana ini?

Sebagai seorang Kepala Daerah,Zul As tidak mungkin dan sangat mustahil bekerja sendiri, pasti ada orang dekat pejabat setingkat eselon dua yang memberikan masakun atau nasehat terhadap sang “Raja” tentang rencana tersebut.

Kepala Daerah hanya pemgambil keputusan , eksekusi atau yang melakukan suap menyuap sudah tentu orang dekat nya.Jika kasus ini ditemukan bukti yang kuat oleh KPK tentu saja membuat miris warga Dumai dan menimbulkan pertanyaan siapa menyusul Zul As menuju” istana” Suka Miskin yang menjadi syurga bagi koruptor di negeri ini.

Kita tidak bisa berandai andai sebagai negara yang menganut azas praduga tak bersalah tentu saja kita sama sama menunggu hasil pemeriksaan KPK.

Peristiwa ini merupakan kado pahit di hari jadi ke 20 kota Dumai yang jatuh pada tanggal 27 April 2019.

Penulis/sumber : Afran Arsan.

Related posts

Terkait CSR/TJSP PT. KLK M lutfi Angkat Bicara

redaksi

Gubernur Riau Diminta Tinjau Ulang Usulan Sekdako Dumai Mendatang

redaksi

Polisi Gresik Gelar Patroli Malam Sambil Bagi-bagi Makanan Sahur

redaksi