Suara Detik
BERITA DAERAH EKONOMI HEADLINE MERANTI PEKANBARU

Dampak Dari Musibah Banjir yang Melanda Masyarakat Harus Kembali Berfikir Dan Berusaha.Dan Berharap Uluran Tangan Dari Pemerintah Setempar’

 

Meranti suaradetik.com, Dampak dari musibah banjir yang melanda masyarakat harus kembali berfikir dan berusaha memulihkan kembali apa yang selama ini sudah menjadi penghasilan tambahan untuk menambah biaya hidup keluarga sebagai petani/ pekebun

tapi saat sekarang ini tidak bisa lagi di menfaatkan oleh karena sudah banyak yang rusak dan kering dan daunnya berwarna merah seolah -olah terbakar oleh api, eronisnya bukan hanya tumbuh tumbuhan saja yang menjadi korban termasuk juga fasilitas umum pun mengalami kerusakan disana sini baik itu jalan umum, Jalan lingkungan mengalami kerusakan berat seolah olah dampak dari banjir yang melanda semua sektor fasilitas menjadi lumpuh,

 

 

 

apa lagi seperti saat sekarang ini masyarakat desa Dedap bisa dikatakan 90%persen  petani karet, untuk sebagai pengasilan tambahan ,tentunya dari tanaman yang berada di sekitar rumah, baik itu sayur sayuran dan buah buahan. Tapi hari ini sudah banyak yang mati dan tinggal menunggu daunya yang berguguran , nah yang menjadi pertanyaan nya kepada siapa  harus kita salah kan??

HINGGA Berita ini di lansir 18 desember 2020 salah seorang warga masyarakat saat di tanyakan awak media menyatakan dengan kejadian saat ini banjir sudah kering tapi tanaman banyak yang mati jadi kami harus menunggu lagi puluhan tahun untuk memulih kan kembali begitu juga jalan beton banyak yang rusak dan pecah pecah akibat terendam air. memang kami akui saat ini kondisi masyarakat kami sangat sulit lapangan pekerjaan tidak ada,

sementara biyaya hidup bertambah belum lagi biaya sekolah , beban listrik, hingga sampai air minum. sambung nya warga yang tidak mau di sebut namanya ,mendengar dari info yang ada perusahaan RAPP, ada membantu Depot air bersih dengan tujuan saat air sungai tidak bisa lagi di komsumsi di hibahkan kemasyarakat agar bisa di manfaatkan, namun hingga sampai saat ini masyarakat tetap membelinya, bagi yang punya uang dapat lah membeli tapi yang tak punya uang minum lah air hujan /air merah, sebut warga yang tidak mau di sebutkan namanya.

( ret)      Karyono

Related posts

Polres. Dumai Bersama Pemerintah Kota Dumai Adakan Pelestarian Penanaman Pohon Buah. Buahan

Redaksi

Kepala Kepolisian Resor. Dumai Beserta Setv & Bayangkari Mengucapkan Selamat Menunaikan IbaDah Puasa Ramadan 1441 H 2020 M

RERDAKSI

Sucirity Pelindo 1 Cabang Dumai Terima Penghargaan Peringkat II Terbaik Dari Polres Dumai

RERDAKSI