Suara Detik
HUKRIM

Bupati Talaud Tersangka, KPK: Perempuan Bisa Jadi Agen Antikorupsi

SUARADETIK.COM- Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek revitalisasi pasar. KPK pun mengingatkan soal program Saya Perempuan Antikorupsi (SPAK), yang mengajak wanita menjadi agen antikorupsi.

“Pencegahan itu yang kita lakukan, khususnya SPAK, supaya perempuan pertama sekali dia menjaga dirinya untuk tidak melakukan korupsi, khususnya kalau perempuan tersebut bekerja di swasta, nonswasta, penyelenggara negara, apalagi kepala daerah,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (30/4/2019).

Dia mengatakan perempuan juga bisa mendidik anak-anaknya sejak kecil agar bersikap jujur. Basaria juga mengatakan perempuan bisa mencegah suaminya agar tidak korupsi.

“Kepada suaminya agar mengingatkan agar kalau ada suatu yang bukan miliknya. Contohnya, dia tahu gaji suaminya berapa, kalau pulang bawa uang banyak ke rumah, dia punya kewajiban menanyakan dari mana uang tersebut. Ini cara paling gampang.

Dia juga jangan mendorong suami korupsi, dengan cara ini harus beli tas mahal, cincin, jam Rolex mahal. Itu termasuk mendorong suami korupsi. Ini selalu kita ingatkan,” ucap Basaria.

Namun dia mengakui langkah pencegahan tak mungkin bisa menjamin 100 persen orang-orang tidak melakukan korupsi. Yang penting, kata Basaria, pencegahan tak boleh berhenti.

“Hampir 50 persen penduduk perempuan. Perempuan bisa menggerakkan supaya suami nggak korupsi. Perempuan bisa gerakkan lingkungannya tidak korupsi. Pencegahan tidak membuat 100 persen setop korupsi. Tapi kita tidak boleh putus asa mencegah,” tuturnya.

Sri Wahyumi ditetapkan sebagai tersangka penerimaan suap karena diduga menerima fee terkait revitalisasi pasar. KPK mengungkap si bupati aktif meminta imbalan proyek dalam bentuk barang-barang mewah.

“KPK mengidentifikasi adanya komunikasi yang aktif Bupati dengan BNL (Benhur Lalenoh, anggota timses Bupati) atau pihak lain,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dalam konferensi pers di gedung KPK, Selasa (30/4).

Selain Sri, KPK menetapkan Benhur Lalenoh selaku anggota tim sukses Bupati dan Bernard Hanafi Kalalo selaku pengusaha sebagai tersangka. KPK menduga Sri menerima suap dalam bentuk barang dan uang senilai total Rp 513 juta. Barang mewah itu terdiri atas:

– Tas tangan Chanel senilai Rp 97.360.000;
– Tas Balenciaga senilai Rp 32.995.000;
– Jam tangan Rolex senilai Rp 224.500.000;
– Anting berlian Adelle Rp 32.075.000;
– Cincin berlian Adelle Rp 76.925.000; dan
– Uang tunai Rp 50 juta. (haf/idn)

detiknesw

Related posts

Oknum Kabid DLHK Riau Diduga Mafia Proyek Tersistematik, Berikut Kronologisnya

redaksi

Kado Pahit di Hari Jadi ke 20 Kota Dumai

redaksi

Ketua YLBHN Dan Akan Dilaporkan Polisi

redaksi