Suara Detik
DUMAI HEADLINE POLITIK

3 Fakto Unggulan Mohd Yusuf Maju di Pilkada Dumai

DUMAI. (Suara Detik.com) – Banyaknya bakal calon yang bermunculan untuk ikut serta dalam Pemilihan Kepala Daerah khususnya kota Dumai tahun 2020 dan banyak pula Visi dan Misi serta janji-janji politiknya yang ditawarkan oleh bakal calon Walikota Dumai kepada masyarakat.

Bahkan beberapa Bakal calon walikota Dumai mencari simpatik kepada masyarakat melalui sosilisasi atau dor to dor ke rumah-rumah serta melakukan pertemuan kecil-kecilan untuk mencari simpatik terhadap dirinya.

Salah satu bakal calon walikota Dumai adalah DR. Mohd Yusuf DM.SH.MH.Phd yang kini berprofesi sebagai dosen di Unilak ( Universitas Lancang Kuning) Riau ini juga sudah pernah 2 (dua) kali menjadi ketua suku Bugis di kota Dumai.

Tidak hanya itu saja, Mohd Yusuf juga pernah 2 (dua) kali menjabat sebagai Rektor Unilak dan pernah menjadi seorang pengacara senior di Riau.

3 Faktor yang mempengaruhi Mihd Yusuf mencalonkan diri menjadi calon walikota ada beberapa faktor.

1. Faktor Geografis
Kota Dumai memelili luas wilayah 1.727.385 km2 berbatasan: sebelah utara berbatasan dengan Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis; sebelah timur berbatasan dengan kecamatan bukit batu, Kabupaten Bengkalis; sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis; sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir.
Dumai terdiri dari dataran rendah dan dataran tinggi dan memiliki garis pantai yang berhubungan langsung dengan pantai Rupat dan mempunyai kondisi Topografi datar serta jumlah penduduk kota dumai -+ 300.000 jiwa. Sejarah mencatat, Dumai mengalami beberapa peningkatan status sebelum menjadi sebuah kota. Semasa bergabung dengan Kabupaten Bengkalis, Dumai berstatus sebagai kota administratif yang kemudian di tingkatkan menjadi kota madya. Setelah diberlakukannya otonomi daerah, Dumai dimekarkan menjad sebuah kota yang berdiri sendiri. Berpisah dengan kabupaten Bengkalis pada 27 April 1999 berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1999.” ucap Mohd Yusuf.

Lanjut Yusuf Kota Dumai setelah melalui beberapa pemekaran kini memiliki 32 kelurahan dengan wilayah administratif terbagi 7 kecamatan yaitu Kecamatan Dumai Barat, Dumai Timur, Dumai Kota, Dumai Selatan, Bukit Kapur, Medang Kampai dan kecamatan Sungai Sembilan.” tambahnya lagi.

2. Faktor Transportsi
Ada 3 jenis transportasi yang dimiliki Kota Dumai :
A. Darat
Kota Dumai yang berjarak 250km dari Kota Pekanbaru didukung oleh transportasi darat yang memadai. Infrastuktur jalan di daerah ini sudah mencapai ke berbagai daerah dengan total panjang 944.624 km.” kata Yusuf.

Dumai terletak di jalur timur trans sumatra yang memiliki peran sebagai penghubung wilayah Riau daratan, Provinsi Sumatra Utara, Jambi dan Sumatra Barat.
B. Laut
Sebagai pintu gerbang daerah timur Sumatra, pelabuhan Kota Dumai tidak hanya melayani domestik tujuan Bengkalis, Selat Panjang, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Pinang, Batam serta wilayah lain di Indonesia. Tapi pelabuhan Kota Dumai juga melayani pelayaran Internasional lintas wilayah negara seperti ke wilayah Negara Malaysia melalui Pelabuhan Malaka, Kelang dan Porkdicson.”beber Yusuf.

Selain pelabuhan umum yg di kelola PT. PELINDO 1 Cabang Dumai, Kota Dumai juga memiliki pelabuhan khusus PT. CHEVRON (PT. CPI), PT PERTAMINA dan Pelabulan Khusus PT Kawasan Industri Dumai (PT. KID)
B. Udara
Kota Dumai memiliki Bandar Udara (Bandara) Pinang Kampai yang saat ini sedang di tingkatkan dari bandara khusus menjadi bandara umum. Bandara yang memiliki panjang lintasan 1800m dan lebar 30m ini dapat menampung pesawat dari Fokker 28, Fokker 50 dan Fokker 100. PT Pertamina dan PT CPI sudah menggunakan bandara ini dengan pesawat PT Pelita Air Service untuk rute jakarta dan kota lainnya.
3. Faktor Fasilitas
Listrik, pengelolaan kelistrikan di Kota Dumai di lakukan oleh PT PLN (Persero) rayon Kota Dumai dimana kebutuhan listrik Kota Dumai di supply dari gardu induk Dumai dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) sebagai cadangan listrik. Gardu induk dumai di bangun interkoneksi dengan Sistem Interkoneksi Sumatra (SIS), yang mendapat pasokan daya pembangkit dari yang terdapat di sumatra bagian selatan.

Sedangkan untuk Telekomunikasi, Kota Dumai telah dilengkapi dengan telepon modern/layanan komunikasi seluler dan sambungan internet berbasis 4G.

” Adapun beberapa fasilitas pendukung yang terdapat di Kota Dumai Berupa Bank swasta/pemerintah (BNI, BRI, BPD RIAU KEPRI, Bank Danamon dan Bank Danamon), fasilitas kesehatan berupa puskesmas milik pemerintah dan Rumah Sakit Pemerintah Daerah maupun Rumah Sakit swasta milik PT Pertamina serta Rumah Sakit milik Caltex. Beberapa fasilitas perhotelan yang mudah di jangkau.
4. Faktor Objek dan daya tarik wisata Kota Dumai
Adapun beberapa objek wisata yg ada di Kota Dumai berupa :

A. Kecamatan Dumai Timur : Pesangrahan Putri Tujuh, Pelabuhan, Pasar Aneka Buah dan Tasik Hutan Lindung.

B. Kecamatan Dumai Barat : Hutan Bakau, Pondok Ikan Bakar serta kolam pancing, Bukit Datuk, Taman Rekreasi Warna Tirta dan Vihara Hock Liong Kiong.

C. Kecamatan Bukit Kapur : Tempat Rekreasi dan Kolam Renang, Simalangi, Mesjid Raya Dumai, Agrowisata Wisata Kebun Sawit.

D. Kecamatan Medang Kampai : Peranginan Puak Bersejarah, Argo Wisata Perkebunan Durian dan Nenas.

E. Kecamatan Sungai Sembilan : Hutan Bakau, Agro Perkebunan Kelapa Pantai dan Kawasan Cagar Alam Senepis sebagai kawasan konservasi harimau sumatra.” terang Yusuf.

Ada beberapa Peluang investasi di Kota Dumai yang dapat di kembangkan berupa Pengadaan air bersih, konstruksi pabrik pemprosesan minyak kelapa sawit, germen, tekstil, elektronik kimia, perakitan mobil, resort, pembangunan pelabuhan kontainer dan pelayanan gudang untuk melayani serta mendukung ekspor impor ekspor minyak dan gas alam, pembangunan perkapalan untuk layanan reparasi/perbaikan, budi daya ikan air tawar dan asin, serta penangkapan ikan laut dan kerang-kerangan.

Sementara kawasan industri di persiapkan di wilayah Lubuk Gaung, Dock Yard, Bukit Kapur dan Bukit Timah.

Mohd Yusuf menggungkapkan,” Sebagaimana yang kita ketahui Kota Dumai berada di tengah Pulau Sumatra tepatnya di pesisir pantai timur sumatra yang berhadapan langsung dengan Malaysia dan Singapura serta berada pada lintas Tol perdagangan dunia, karakteristik laut Kota Dumai memiliki kedalaman yang dapat di lewati kapal- kapal besar dengan luas wilayah pelabuhan dumai 134 km serta luas wilayah tata ruang terbesar di Indonesia.”pungkasnya.

Pengembangan alur laut di Kota Dumai dapat berpotensi menjadi mutiara hitam di wilayah barat Kota Dumai, hal ini dapat di lihat dari wilayah kecamatan sembilang wilayah industri yang memiliki arus lalu lintas kapal-kapal yang masuk ke wilayah perairan dumai yang sangat banyak.” imbuhnya.

Selanjutnya Mohd Yusuf manambahkan,”Pada dasarnya Kota Dumai adalah miniatur Indonesia karena bermacam tingkat heterogen berbilang suku dan budaya. Kota dumai dengan berbagai keunggulan yang dimiliki sangat berpotensi dan berpeluang mempersiapkan diri untuk mampu bersaing dalam menggali potensi dan aset daerah sehingga pada akhirnya siap menjadi sentral kemitraan bisnis yang menghasilkan Propit. Guna untuk menggaki potensi Kota Dumai sebagai salah satu tujuan perdagangan dunia, serta tujuan investasi.” paparnya lagi.

Hal ini perlu juga di buat kebijakan dan strategi bisnis atas potensi yang di miliki dumai untuk dapat di jadikan peluang yang terbentang luas di depan mata. Kebijakan dan strategi harus pula mendapat dukungan dari berbagai kalangan agar dapat terlaksana karena semata mata pembangunan Kota Dumai hanya untuk memakmurkan dan mensejahterakan masyarakat Kota Dumai.”sambungnya lagi.

Dengan pertimbangan wilayah yang begitu luas dan banyaknya industri yang ada di Kota Dumai serta beberapa kalangan masyarakat di wilayah Kota Dumai belum merasakan pemerataan ekonomi di lihat dari banyaknya lulusan SMK.SM. Diploma dan Sarjana untuk mencari kerja di kota Dumai membuat Mohd Yusuf terpanggil untuk dapat mengabdikan diri, memberikan pemerataan ekonomi bagi masyarakat Kota Dumai dan memimpin wilayah Kota Dumai.” terangnya.

Sambungnya lagi di segi Sektor Pendidikan memiliki peluang jangka panjang, misalnya pengembangan join bersama dengan Malaysia Universitas Internasional yang memiliki pasar kerja.” tutup Mohd Yusuf***

Related posts

Tanggapi Persoalan, Kepala DLHK Riau Resmi Surati UPT KPH Meranti

redaksi

Oknum Pegawai UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Dinas DLH Dan Kehutanan Propinsi Riau Tak Layak Jabat Kepala Seksi

redaksi

Tak Hanya Makanan, Tidur dengan Lampu Menyala Juga Bikin Gemuk

Rafki